
Semarang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang menyelenggarakan pemeriksaan tuberkulosis (TBC) bagi warga binaan pada Senin (01/09). Pemeriksaan dilakukan melalui rontgen dada untuk mendeteksi adanya spesimen dahak yang kemudian akan diuji lebih lanjut.
Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memastikan seluruh warga binaan di Lapas bebas dari tuberkulosis.

Pemeriksaan akan berlangsung selama enam hari, mulai 01 hingga 08 September 2025, dengan target 1.307 warga binaan. Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Bersama Puskesmas Ngaliyan dan Tirta Medical Center, kami melaksanakan kegiatan Penemuan Kasus TBC melalui Rontgen Dada bagi Warga Binaan di Lapas Semarang.”
“Sampai saat ini, sebanyak 218 warga binaan telah menjalani pemeriksaan, dengan delapan sampel dahak yang akan diperiksa lebih lanjut menggunakan metode TCM oleh Puskesmas Ngaliyan,” jelas Fonika.


Tahapan kegiatan dimulai dengan skrining gejala oleh petugas Klinik Pratama, dilanjutkan pemeriksaan Chest X-Ray oleh Tirta Medical Center. Penentuan terduga TBC dilakukan oleh dokter dari Tirta Medical Center, kemudian data hasil pemeriksaan diinput ke SITB oleh pihak yang sama.
