Share

Gandeng Asosisasi Petani Jamur Kota Semarang, WBP Lapas Semarang Diajari Cara Budidaya Jamur Tiram

by Humas Lapas Semarang · July 31, 2025

Semarang – Sebanyak 20 warga binaan Lapas Kelas I Semarang mengikuti Pelatihan Kemandirian Budidaya Jamur Tiram yang dilaksanakan di dalam Lapas pada Kamis (31/07).

Dalam kegiatan ini, Lapas bekerja sama dengan Asosiasi Petani Jamur Kota Semarang (APJAKS). Para peserta dibimbing mulai dari proses pembuatan media tanam hingga pengolahan jamur tiram.

Pelatihan direncanakan berlangsung selama 12 hari, dengan seluruh peserta berasal dari warga binaan Lapas.

Kepala Lapas Semarang, Fonika Affandi, secara resmi membuka pelatihan tersebut dengan menyerahkan identitas peserta dan baglog secara simbolis.

“Pelatihan ini diharapkan memberi dampak positif dan berkelanjutan. Jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan. Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya agar bermanfaat,” ujar Fonika dalam sambutannya.

Beliau juga menambahkan, “Ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Jangan sia-siakan kesempatan. Lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga tempat pembinaan bagi warga binaan.”

Sementara itu, Ketua APJAKS Hernanto menyampaikan apresiasi kepada Kalapas karena telah melibatkan asosiasinya dalam program pembinaan.

“Para peserta akan mendapat pengetahuan mengenai budidaya jamur, mulai dari pembuatan media hingga pelatihan pengolahan. Jamur bisa diolah menjadi berbagai produk, seperti krispi, sate, pepes, dan lainnya,” jelas Hernanto.

Ia menambahkan, budidaya jamur memiliki nilai bisnis yang besar. Bahkan media tanam yang belum dipanen pun sudah bisa dijual. Hernanto berharap, melalui pelatihan ini para warga binaan kelak setelah bebas dapat menjadi pengusaha yang bermanfaat bagi masyarakat.

You may also like