Share

Lapas Semarang Dukung Penguatan Pembinaan Kemandirian Melalui Penebaran 20.000 Benih Ikan Bandeng

by Humas Lapas Semarang · December 10, 2025

KENDAL, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program pembinaan kemandirian di Lapas Terbuka Kendal yang dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, pada Selasa (02/12). Dalam kesempatan tersebut, Menteri Imipas bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, menebar 20.000 benih ikan bandeng di Semar Sae Budal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan serta pelatihan kerja bagi warga binaan.

Kalapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, turut hadir mendampingi rangkaian kegiatan bersama jajaran pimpinan pusat, Forkopimda Kendal, pejabat administrator Kanwil Ditjenpas Jateng, dan para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Jawa Tengah.

Dalam arahannya, Menteri Imipas menekankan bahwa pengembangan pembinaan kemandirian harus memaksimalkan seluruh potensi lahan pemasyarakatan, tidak hanya di Nusakambangan, tetapi juga di berbagai UPT di seluruh Indonesia.

“Kami bersama tim berkomitmen mengelola tidak hanya Nusakambangan, tetapi juga wilayah lain di Indonesia. Fokus kami adalah memanfaatkan lebih dari 100 hektare lahan yang nantinya akan digunakan sebagai sarana pelatihan dan tempat bekerja bagi warga binaan,” ujar Agus Andrianto.

Ia juga menyampaikan bahwa sekitar 500 warga binaan di Lapas Terbuka Kendal telah terlibat dalam pengelolaan berbagai sektor produktif, seperti perikanan, perkebunan, dan peternakan, sebagai bagian dari persiapan kembali ke masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kalapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap penguatan pembinaan berbasis kerja di Lapas Terbuka Kendal. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa sistem pemasyarakatan mampu mencetak warga binaan yang produktif dan siap berintegrasi kembali dengan lingkungan sosial.

“Apa yang dilakukan di Lapas Terbuka Kendal menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian benar-benar memberikan hasil yang konkret. Kami di Lapas Kelas I Semarang sangat mendukung program ini karena memberikan kesempatan belajar dan pengalaman kerja yang terarah bagi warga binaan,” ujar Fonika Affandi.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antar-UPT memiliki peran penting dalam memperluas model pembinaan berbasis potensi lahan.

“Kami berharap program seperti ini dapat terus diperluas dan diadaptasi di berbagai daerah. Semakin banyak warga binaan yang mendapatkan keterampilan, semakin besar peluang mereka untuk mandiri dan berkontribusi setelah kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan penebaran benih bandeng ini sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan komitmen pemasyarakatan dalam mengembangkan program kemandirian yang produktif, edukatif, dan berkesinambungan di seluruh Indonesia.

You may also like