
SEMARANG, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang melaksanakan kegiatan Penguatan Teknis bagi Jajaran Pengamanan di Aula Merdeka pada Senin (26/08). Acara yang dimulai pukul 15.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, serta diikuti oleh seluruh anggota regu pengamanan.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil monitoring dan evaluasi predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus menjadi upaya memperkuat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi regu pengamanan di lingkungan Lapas.

Dalam arahannya, Kalapas Fonika Affandi menekankan bahwa regu pengamanan adalah pilar utama dalam sistem pemasyarakatan.
“Regu jaga harus memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap situasi sekitar. Keamanan Lapas merupakan tanggung jawab bersama, sehingga dibutuhkan kondisi yang aman, terkendali, dan solid antarpetugas,” tegasnya.
Fonika juga menyoroti pentingnya peran Karupam sebagai pengendali utama setiap permasalahan di Lapas, termasuk memastikan arus keluar masuk orang maupun barang selalu berada dalam pengawasan yang ketat.
“Hal-hal semacam itu tidak boleh terjadi di Lapas Semarang. Petugas wajib menjaga integritasnya. Kita harus memelihara marwah organisasi dengan sebaik-baiknya karena diri kita adalah cerminan dari bagaimana pemasyarakatan dijalankan,” ujar Fonika.

Selain itu, Kalapas menekankan bahwa komandan jaga memegang peranan penting dalam mencegah masuknya barang terlarang. Oleh karena itu, setiap regu harus berada dalam satu frekuensi, satu tujuan, serta menjaga komunikasi, solidaritas, dan kekompakan.
Ia juga menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam pembinaan warga binaan.
“Petugas harus mampu melakukan pendekatan personal kepada warga binaan agar tercipta lingkungan yang saling peduli. Jangan pernah memberi peluang pada peredaran narkoba, dan jadikan Asta Cita Presiden beserta 13 Akselerasi Menteri sebagai pedoman dalam menjalankan tugas,” pungkas Fonika.
