
SEMARANG – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang dalam mendukung program ketahanan pangan kembali diwujudkan melalui kegiatan penanaman bawang merah varietas Bima. Kegiatan ini dilangsungkan pada Sabtu (12/07) di area beranggang luar Lapas, dengan total bibit sebanyak 15 kilogram yang telah disiapkan untuk ditanam.
Kegiatan penanaman ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, bersama jajaran pejabat struktural Eselon III dan IV, serta Penyuluh Pertanian Lapangan dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Ngaliyan.

Fonika menyampaikan bahwa pemanfaatan area beranggang luar sebagai lahan edukasi pertanian merupakan bagian dari implementasi arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mewujudkan ketahanan pangan di lingkungan lapas dan rutan. Ia menambahkan, kegiatan ini melibatkan petugas dan warga binaan yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti program asimilasi pertanian. “Hari ini kita menanam bawang merah varietas Bima yang dikenal memiliki keunggulan dalam daya adaptasi dan hasil panen,” ungkapnya.

Keterlibatan BPP Kecamatan Ngaliyan dalam kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis untuk mendukung Program Ketahanan Pangan di Lapas Kelas I Semarang. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Yan Ariana, turut menjelaskan alasan pemilihan varietas Bima.
“Varietas ini sangat sesuai untuk ditanam di dataran rendah, tahan terhadap penyakit seperti busuk umbi dan virus, serta memiliki masa panen yang cukup singkat, yakni sekitar 60 hari. Selain itu, umbinya besar, seragam, dan cocok dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia,” terang Yan.

Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat di sekitar lapas.
