Share

Dukung Ketahnan Pangan, Kalapas Semarang Hadiri Peninjauan Lahan di Lapas Terbuka Kendal

by Humas Lapas Semarang · February 11, 2026

SEMARANG, INFO_PAS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, turut mendampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah dalam kunjungan kerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, bersama Komisi XIII DPR RI di Lapas Terbuka Kendal pada Rabu (11/02).

Kunjungan tersebut dilaksanakan untuk meninjau secara langsung pengembangan program ketahanan pangan berbasis Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus bentuk kontribusi pemasyarakatan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Di Lapas Terbuka Kendal, lahan SAE dikembangkan sebagai pusat kegiatan produktif yang meliputi sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Dari total rencana pengembangan seluas 92,5 hektare, sekitar 60 persen lahan telah dimanfaatkan secara aktif untuk budidaya melon premium, udang dan ikan salin, serta peternakan bebek, sapi, dan kambing. Program ini juga diperkuat melalui kemitraan strategis bersama Rejo Farm dalam pengelolaan dan pengembangan usaha produktif.

Menteri Imipas, Agus Andrianto, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan program pembinaan berbasis usaha produktif berjalan secara optimal serta selaras dengan Program Prioritas Nasional.

Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa paradigma terhadap lembaga pemasyarakatan perlu terus mengalami perubahan. Menurutnya, Lapas tidak lagi dapat dipandang sebagai beban negara, melainkan sebagai bagian dari solusi dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan program pembinaan berbasis ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami sangat mendukung program ketahanan pangan berbasis Sarana Asimilasi dan Edukasi ini. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan produktif kepada warga binaan, tetapi juga menumbuhkan tanggung jawab, kemandirian, serta kesiapan mereka untuk kembali ke masyarakat,” ujar Ahmad Tohari. Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, jajaran pemasyarakatan, serta mitra strategis menjadi faktor utama keberhasilan program tersebut.

“Semoga program ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai UPT Pemasyarakatan, termasuk di Lapas Kelas I Semarang, sehingga manfaatnya semakin luas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

You may also like