Share

Tingkatkan Skill WBP Lapas Semarang Gelar Pelatihan Menanam Bawang Putih dan Membuat Pupuk

by Humas Lapas Semarang · November 28, 2025

SEMARANG, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali menghadirkan inovasi pembinaan melalui Pelatihan Pertanian bertajuk “Seru di Lahan: Nandur Bawang Merah & Bikin Pupuk Ala Rumahan” yang digelar pada Rabu (26/11). Kegiatan ini diselenggarakan melalui platform Sipangan Digital Semarang sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan pelatihan oleh Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Suranta Sinuraya, kemudian secara resmi dibuka oleh Plh. Kepala Lapas Kelas I Semarang, Yudi Winardi, melalui seremoni simbolis.

Pelatihan berlangsung dalam dua sesi di dua lokasi berbeda, yaitu Aula Graha Pancasila dan Laboratorium Mini Lapas Kelas I Semarang. Sebanyak 20 WBP dan 15 pegawai Lapas mengikuti pelatihan secara langsung, sementara peserta dari Unit Pelaksana Teknis lain serta masyarakat umum dapat bergabung melalui Zoom setelah terdaftar di platform Sipangan Digital.

Pada sesi pertama pukul 09.00–11.30 WIB, narasumber Yan Ariana dari Edufarm Park Ngaliyan memaparkan teori mengenai teknik penanaman dan perawatan bawang merah. Sesi kedua pada pukul 13.00–15.00 WIB menghadirkan narasumber Ahmad Syihabuddin bersama kelompok tani setempat yang memandu praktik pembuatan pupuk rumahan yang sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan.

Di kesempatan terpisah, Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan ini sebagai bagian dari pembinaan berbasis keterampilan.

“Pelatihan seperti ini sangat penting karena memberikan keterampilan nyata yang dapat langsung dipraktikkan. Kami ingin warga binaan memiliki bekal kemampuan yang bermanfaat dan berpotensi membuka peluang usaha kelak,” ujar Fonika.

Pelatihan pertanian ini dirancang untuk membekali WBP dengan pengetahuan dasar dan keterampilan praktis, sehingga mereka memiliki kompetensi yang dapat digunakan saat kembali ke masyarakat. Materi yang sederhana namun aplikatif membuat peserta lebih mudah memahami cara menanam bawang merah serta membuat pupuk organik rumahan yang terjangkau dan efektif.

Fonika Affandi juga menegaskan harapannya agar program serupa terus memberikan dampak positif bagi warga binaan. “Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini tidak sekadar menjadi pengetahuan, tetapi menjadi keterampilan hidup yang dapat membantu mereka membangun masa depan yang lebih baik setelah bebas,” ungkapnya.

You may also like