Share

Sinergi Lawan Narkoba Kalapas Semarang Hadiri Paparan Kinerja BNNP Jateng

by Humas Lapas Semarang · December 25, 2025

SEMARANG – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menghadiri kegiatan konferensi pers penyampaian capaian kinerja Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Tahun 2025 yang digelar pada Rabu (24/12/2025). Kehadiran Kalapas Semarang tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya bersama dalam pemberantasan dan pencegahan peredaran gelap narkotika di wilayah Jawa Tengah.

Dalam konferensi pers tersebut, Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, memaparkan berbagai capaian strategis sepanjang tahun 2025. Ia menyampaikan bahwa BNNP Jawa Tengah berhasil mengungkap sebanyak 40 kasus tindak pidana narkotika dengan jumlah tersangka sebanyak 40 orang. Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi yang solid antara BNNP Jawa Tengah dengan aparat penegak hukum lainnya. Selain pengungkapan kasus, BNNP Jawa Tengah juga melaksanakan 87 kali razia terpadu di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Lebih lanjut, Toton Rasyid menjelaskan bahwa pada aspek penegakan hukum, kinerja Tim Asesmen Terpadu (TAT) menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Realisasi kegiatan TAT mencapai 647 kegiatan, jauh melampaui target awal sebanyak 252 kegiatan. Sementara itu, pada bidang rehabilitasi, BNNP Jawa Tengah telah memberikan layanan rehabilitasi kepada 2.430 klien sepanjang tahun 2025 sebagai bagian dari upaya pemulihan bagi penyalahguna narkotika.

Menanggapi capaian kinerja tersebut, Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menyampaikan apresiasi yang tinggi sekaligus dukungan penuh terhadap komitmen dan kinerja BNNP Jawa Tengah dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Ia menilai capaian tersebut sebagai hasil kerja keras dan sinergi lintas sektor yang terus terjalin dengan baik.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja BNNP Jawa Tengah sepanjang tahun 2025. Sinergi antara BNN, jajaran pemasyarakatan, dan aparat penegak hukum merupakan kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkotika, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. Kami siap mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui penguatan pembinaan serta layanan rehabilitasi bagi warga binaan,” tegas Ahmad Tohari.

Melalui penguatan sinergi lintas sektor yang berkelanjutan, diharapkan upaya pencegahan, pemberantasan, serta rehabilitasi narkotika di wilayah Jawa Tengah dapat berjalan semakin optimal, efektif, dan berkesinambungan demi mewujudkan masyarakat yang bersih dari narkoba.

You may also like