
Semarang-Suasana hangat dan penuh sukacita menyelimuti Graha Pancasila Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang pada Sabtu (10/01). Komika nasional sekaligus aktor dan motivator, Mongol Stress hadir langsung di tengah warga binaan untuk memeriahkan Puncak Perayaan Natal yang digelar oleh Lapas Kelas I Semarang.
Kegiatan diawali dengan ibadah Natal bersama yang berlangsung khidmat. Usai ibadah, suasana berubah lebih cair ketika Mongol naik ke atas panggung. Dengan gaya khasnya yang santai dan penuh humor, ia mengajak para warga binaan untuk tetap optimis, tidak menyerah pada keadaan, serta berani bermimpi tentang masa depan yang lebih baik.

Tak hanya menghibur, Mongol juga menyelipkan pesan-pesan untuk WBP.
“Terima kasih kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan atas dukungan terhadap pembinaan warga binaan. Program-program ini sangat penting supaya mereka punya bekal, bukan hanya keterampilan, tapi juga mental ketika nanti kembali ke masyarakat,” ucap Mongol di hadapan warga binaan.
Usai kegiatan utama, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Semarang mengajak Mongol Stress meninjau langsung sejumlah program pembinaan kemandirian. Kunjungan dimulai dari area kegiatan kerja warga binaan, meliputi unit kerajinan tangan serta unit produksi roti dan donat. Mongol tampak antusias melihat proses produksi dan memberikan apresiasi atas hasil karya yang dihasilkan warga binaan.
“Kegiatan pembinaan seperti ini sangat penting karena tidak hanya membekali keterampilan, tetapi juga membangun mental dan rasa percaya diri warga binaan sebagai bekal reintegrasi sosial,” ujar Mongol saat ditemui di sela-sela kunjungan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan program ketahanan pangan yang dikembangkan Lapas Kelas I Semarang, meliputi greenhouse budidaya sayuran, unit peternakan, serta pengelolaan pertanian terpadu. Program ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang berorientasi pada produktivitas dan keberlanjutan.

Sementara itu, Kalapas Kelas I Semarang menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen lapas dalam melaksanakan pembinaan secara menyeluruh.
“Kami tidak hanya menjalankan fungsi pidana, tetapi juga memastikan warga binaan mendapatkan pembinaan keagamaan, mental, dan keterampilan kerja. Kehadiran Mongol Stress hari ini memberikan motivasi tambahan dan semangat baru bagi warga binaan,” ungkap Kalapas Kelas I Semarang.
Ia menambahkan bahwa berbagai program pembinaan kemandirian yang dijalankan diharapkan mampu mempersiapkan warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih mandiri dan siap berkontribusi positif setelah kembali ke tengah masyarakat.
