Share

Berikan Pelatihan Batik, Kalapas Semarang Ingin Gali Potensi Warga Binaan

by Humas Lapas Semarang · July 15, 2025

Semarang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menyelenggarakan pelatihan membatik bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang dilaksanakan di unit rotan Lapas. Pelatihan ini melibatkan 20 orang warga binaan dan merupakan hasil kerja sama dengan Kinanthi Wastra Batik.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, pihaknya ingin membantu menggali potensi yang dimiliki warga binaan.

“Untuk menjadi seorang entrepreneur atau pelaku usaha, segalanya berawal dari potensi diri, minat, dan bakat. Hal utama adalah mengenali diri kita terlebih dahulu,” tutur Kalapas saat membuka kegiatan pelatihan pada Selasa (15/07).

Menurut Fonika, keberhasilan program pembinaan sangat bergantung pada tiga pilar penting, yaitu warga binaan sebagai subjek utama, petugas pemasyarakatan, serta dukungan dari masyarakat termasuk pemerintah dan pihak swasta. Ketiga unsur tersebut harus bersinergi dan berjalan berdampingan.

“Kesempatan yang dimiliki oleh saudara-saudara ini tidak didapatkan oleh semua warga binaan lainnya. Dua puluh orang yang terlibat dalam pelatihan ini telah melalui proses seleksi berdasarkan kepribadian, minat, dan bakat,” tambahnya.

Fonika juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan strategi untuk mendukung program pemerintah melalui Asta Cita, khususnya dalam aspek pemberdayaan, penguatan sumber daya manusia, dan peningkatan kesejahteraan individu.

“Setelah mengikuti pelatihan ini dan memiliki keahlian membatik, nilai jual produk akan meningkat. Harapannya, warga binaan mampu melalui proses ini sebagai bagian dari perbaikan diri, agar kelak menjadi pribadi yang bertanggung jawab bagi dirinya, keluarga, dan lingkungan,” pungkas Fonika.

Di sisi lain, Siti Kholifah atau yang akrab disapa Olif, selaku Pimpinan Kinanthi Wastra Batik, menjelaskan materi pelatihan yang akan diberikan kepada peserta.

“Pelatihan akan dimulai dari pengenalan dasar mengenai batik—apa itu batik, proses pembuatannya, serta bahan dan alat yang digunakan. Kemudian dilanjutkan dengan tahap membuat desain motif, dan pengenalan beberapa jenis motif batik,” jelas Olif.

“Setelah mendesain, mereka akan diajarkan cara memindahkan desain ke kain menggunakan canting. Proses berikutnya adalah pewarnaan, termasuk mempelajari harmoni warna agar batik terlihat menarik. Terakhir, dilakukan proses pelepasan lilin malam, sehingga kain batik siap dipasarkan,” tambahnya.

Menurut Olif, membatik bukan hanya sekadar menggambar motif, tetapi juga mengandung filosofi mendalam di setiap goresan desainnya. Sebab, batik sejatinya adalah bentuk seni yang lahir dari penghayatan mendalam.

You may also like