Share

Si Pangan Digital, Inovasi Lapas Semarang untuk Pembinaan Berkelanjutan

by Humas Lapas Semarang · October 29, 2025

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menjadi penyelenggara kegiatan Pelatihan Kemandirian bertema “Sukses Berwirausaha Ayam Petelur dan Produk Olahannya” melalui pemanfaatan platform Si Pangan Digital pada Senin (27/10/2025). Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, sekaligus ditandai dengan peluncuran platform Si Pangan Digital melalui prosesi pemukulan gong.

Pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Oktober 2025, dan menggandeng Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (Undip) sebagai mitra penyelenggara. Total 249 peserta turut serta yang terdiri atas 177 petugas pemasyarakatan, 42 warga binaan, serta 30 peserta dari masyarakat umum. Mereka berasal dari 52 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Jawa Tengah dan 6 UPT dari luar provinsi.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pembinaan berbasis kemandirian.

“Pelatihan ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga pemberdayaan. Kami berharap warga binaan dapat menjadi pribadi produktif dan mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujar Fonika.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini sekaligus menjadi momen penting bagi Lapas Kelas I Semarang dengan hadirnya Si Pangan Digital, sebuah inovasi teknologi yang merupakan bagian dari proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang saat ini sedang ditempuhnya.

“Si Pangan Digital dikembangkan sebagai sistem pembelajaran terpadu untuk seluruh insan Pemasyarakatan. Melalui platform ini, peserta dapat mempelajari teori, praktik, hingga strategi pemasaran dalam pelatihan ketahanan pangan secara lebih fleksibel dan modern,” jelas Fonika.

Kakanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, turut memberikan apresiasi atas pemanfaatan teknologi dalam peningkatan kualitas pembinaan Pemasyarakatan oleh Lapas Kelas I Semarang.

“Pembinaan Pemasyarakatan saat ini berorientasi pada pemanusiaan dan pemberdayaan agar warga binaan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat. Kehadiran Si Pangan Digital menjadi contoh nyata pembinaan yang menatap masa depan,” tuturnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, Prof. Sugiharto, yang menegaskan komitmen dalam bersinergi dengan Pemasyarakatan.

“Kami berkomitmen mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan melalui kerja sama dengan Lapas Semarang. Fakultas Peternakan dan Pertanian maupun Fakultas Kelautan dan Perikanan Undip akan terus aktif berkolaborasi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta—khususnya warga binaan—mendapatkan keterampilan berwirausaha dan kemampuan mengolah produk berbasis ternak ayam petelur, sehingga dapat menjadi individu yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing ketika kembali ke masyarakat.

You may also like