
SEMARANG, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang secara resmi menutup kegiatan kunjungan orientasi lapangan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat II/Angkatan 58, Batalyon Ksatria Hawin Sarwahita, Tahun Ajaran 2025, pada kamis (17/04/2025). Penutupan kegiatan berlangsung khidmat di Aula Merdeka Lapas, menandai berakhirnya rangkaian orientasi yang telah dilaksanakan selama empat hari, mulai 14 hingga 17 April 2025.

Sebanyak 297 taruna/i Akpol mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari praktik lapangan mata kuliah hukum bertema “Sinergitas Polri sebagai Garda Terdepan Dalam Menjaga Ketahanan Nasional di Era Digital.” Kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran langsung tentang peran penting Lapas dalam sistem peradilan pidana nasional.
Hadir dalam acara penutupan antara lain Plh. Kepala Lapas Kelas I Semarang, Muhammad Bahrun, jajaran pejabat struktural eselon III dan IV, para pendamping dari Akpol, serta seluruh peserta kegiatan.
Dalam sambutannya, Plh. Kalapas, Muhammad Bahrun menyampaikan apresiasi atas kedisiplinan dan semangat belajar yang ditunjukkan para taruna selama kegiatan berlangsung.

“Terima kasih kepada Taruna dan Taruni Akpol Tingkat II/Angkatan 58 karena telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik dan tertib. Perlu diketahui, kegiatan seperti ini merupakan bentuk sinergi Lapas Kelas I Semarang dengan aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Republik Indonesia, dalam bidang ilmu pengetahuan. Ambil yang baik dan ilmunya, semoga kolaborasi ini tidak hanya sampai di sini, tapi bisa berkesinambungan untuk ke depannya,” ujar Bahrun.
Senada dengan hal tersebut, Kombespol Nugraha Aristawarman, selaku perwakilan dari Akademi Kepolisian, menegaskan pentingnya kerja sama antara Polri dan Lapas dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional.

“Tempat ini adalah tempat yang cocok bagi Taruna dan Taruni belajar secara langsung, bukan hanya soal hukum saja, tapi juga tentang dinamika sosial, nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan moral yang lekat dalam proses hukum itu sendiri. Taruna Taruni merupakan representasi dari wajah negara dalam memperlakukan warganya yang telah melakukan pelanggaran hukum,” ungkap Kombespol Nugraha.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Plh. Kepala Seksi Pelaporan dan Ketertiban, Didik Prasetya beserta tim tentang sistem pemasyarakatan. Para Taruna/I juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat/ fasilitas yang ada di lapas untuk warga binaan yaitu Klinik, Unit Kegiatan Kerja, dan Dapur Lapas. Wajah senang terlihat dari para Taruna/I yang berkesempatan mengobrol dengan warga binaan yang sedang membuat roti.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para Taruna dan Taruni mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang proses pembinaan dalam sistem pemasyarakatan. Orientasi lapangan ini bukan hanya sebagai sarana akademik, tetapi juga sebagai bentuk pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan. Ke depan, sinergi antara Lapas dan institusi kepolisian diharapkan dapat terus diperkuat dalam rangka membangun sistem peradilan yang humanis, adil, dan berkeadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
