Share

Gandeng CV Sameja Pangan Indonesia Lapas Semarang Dorong Warga BInaan Produksi Kopi Sachet

by Humas Lapas Semarang · January 22, 2026

SEMARANG, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang terus berupaya memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan CV. Sameja Pangan Indonesia di bidang pengolahan dan produksi kopi sachet, yang dilaksanakan pada Senin (26/1) bertempat di ruang rapat Lapas Kelas I Semarang.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 11.15 WIB ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, bersama jajaran pejabat struktural Bidang Kegiatan Kerja, serta Direktur CV. Sameja Pangan Indonesia. Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi wujud langkah nyata dalam memperluas pembinaan warga binaan yang berorientasi pada keterampilan dan kewirausahaan.

Dalam sambutannya, Ahmad Tohari menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Kelas I Semarang dalam menyiapkan warga binaan agar memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing yang memadai.

“Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada kegiatan produksi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan untuk menanamkan keterampilan, etos kerja, serta jiwa kewirausahaan kepada warga binaan. Diharapkan, setelah menyelesaikan masa pidana, mereka memiliki bekal untuk hidup mandiri di tengah masyarakat,” tutur Ahmad Tohari.

Melalui kolaborasi tersebut, warga binaan Lapas Kelas I Semarang dilibatkan secara aktif dalam proses pengolahan hingga produksi kopi sachet dengan merek Kopi L’Pane. Penamaan produk ini diambil dari identitas Lapas Kelas I Semarang yang dikenal sebagai Lapas Kedungpane. Kopi L’Pane sendiri hadir dalam sejumlah varian, antara lain Kopi Tubruk, Kopi Tubruk Brown Sugar, Kopi Susu, dan Kopi Susu Brown Sugar.

Saat ini, produk Kopi L’Pane telah mulai dipasarkan dari dalam Lapas Kelas I Semarang dan siap melayani pemesanan dalam jumlah besar dari luar lapas. Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan produk UMKM yang berbasis pembinaan pemasyarakatan.

Menutup kegiatan tersebut, Kalapas Kelas I Semarang berharap kerja sama ini dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat yang luas. “Kami berharap kerja sama ini terus berkembang, mampu meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian, serta membuka peluang usaha yang lebih besar bagi warga binaan. Dengan demikian, Lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai wadah lahirnya produk kreatif dan sumber daya manusia pemasyarakatan yang siap berkontribusi bagi masyarakat,” pungkasnya.

You may also like