
Semarang – Untuk mendukung Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lapas Kelas I Semarang mengajak Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) menyerahkan bantuan sosial berupa sembako kepada keluarga warga binaan pemasyarakatan Lapas Semarang, Kamis (06/02).


Penyerahan bansos berupa sembako dilakukan di Loji Gayeng Lapas Semarang kepada 30 keluarga WBP yang kurang mampu.
Ikut hadir mendampingi, Kepala Dinas Pertanian, Danramil 09 Ngaliyan dan Kapolsek Ngaliyan.
Kalapas Semarang, Mardi Santoso juga berkesempatan memberikan cinderamata berupa lukisan karitur hasil karya WBP kepada Walikota.
Seusai penyerahan bansos, Kalapas Semarang, Mardi Santoso mengajak Walikota melaksanakan panen bersama bawang merah.


Panen dilaksanakan di lahan pertanian Lapas Semarang. Bawang yang dipanen merupakan jenis Varietas Bima Brebes. Bibit tersebut diperoleh dari bantuan Dinas Pertanian Kota Semarang.
Kabid Kegiatan Kerja, Muhammad Bahrun mengatakan, bibit tersebut ditanam dan dirawat oleh WBP. Untuk panen diperlukan waktu 75 hari. Hasil dari panen didapatkan sekitar 60kg bawang.
“Nanti akan kami berikan kepada WBP dan juga dijual keluar, hasilnya akan kami berikan sebagai premi (upah).” ucap Bahrun.
Kemudian dalam wawancaranya, Hevearita mengatakan mendukung penuh program Asta Cita Presiden RI terkait ketahanan pangan dan berharap Lapas dapat mengembangkan pembinaan kemandiriannya.

“Alhamdulillah tadi sudah panen bawang merah varietas bima brebes. Kita membuat manajemen pangan bagaimana tanah luas bisa ditanami tidak hanya bawang, bisa jagung, cabe, padi, tomat agar bisa menjadu pemenuhan WBP di Lapas. Memang lebih bisa dijual sehingga menjadi pendapatan untuk masyarakat.” ujar Mbak Ita.
