
SEMARANG, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan optimal bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya dalam bidang kesehatan dan pemulihan dari adiksi, melalui pelaksanaan Asesmen Rehabilitasi Pemasyarakatan. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah pada Senin (07/07).
Asesmen dilangsungkan di Klinik Pratama Lapas Kelas I Semarang sebagai bagian dari rangkaian program Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2025, yang dilaksanakan berdasarkan petunjuk teknis dalam Surat Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan No. PAS.6-PK.06.05-3131 tertanggal 10 Desember 2024.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, hadir secara langsung untuk memantau jalannya asesmen. Ia menegaskan bahwa program rehabilitasi merupakan wujud nyata perhatian negara dalam membantu warga binaan pulih dari penyalahgunaan narkotika.

“Tujuan dari program ini adalah mendukung proses pemulihan warga binaan dari ketergantungan narkoba, mengembalikan fungsi sosial mereka, serta membentuk kembali jati diri agar nantinya mampu berperan aktif dan produktif di tengah masyarakat,” jelas Fonika.
Sementara itu, Sardiyanto selaku Koordinator Konselor Adiksi dari BNN Provinsi Jawa Tengah menerangkan bahwa asesmen ini merupakan tindak lanjut dari hasil skrining yang telah dilakukan pada bulan Juni 2025. Dari skrining tersebut, tujuh warga binaan teridentifikasi sebagai calon peserta program Rehabilitasi Pemasyarakatan.
“Asesmen dilaksanakan menggunakan metode wawancara mendalam dengan instrumen Addiction Severity Index (ASI) versi lengkap, dan hasilnya menunjukkan bahwa seluruh peserta termasuk dalam Kategori I. Mereka akan menjalani program rehabilitasi selama 15 hari,” terang Sardiyanto.

Penggunaan instrumen ASI Full Version menjadi dasar dalam merancang intervensi yang tepat bagi masing-masing individu. Dengan pendekatan medis, psikososial, dan edukatif, asesmen ini menjadi langkah awal dalam menyusun program rehabilitasi yang sistematis, berkelanjutan, dan tepat sasaran. Tujuannya adalah untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui program ini, diharapkan para warga binaan dapat meraih pemulihan yang menyeluruh serta semangat untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Program rehabilitasi berbasis ilmiah ini juga diyakini mampu menjadi landasan dalam membentuk generasi yang bebas narkoba di dalam lapas, serta mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial saat para peserta kembali ke masyarakat.
