
SEMARANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali menyelenggarakan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan pembuatan pudding hias yang bekerja sama dengan Grisella Pudding, Sabtu (16/05).
Kegiatan yang berlangsung di Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Semarang mulai pukul 08.30 WIB tersebut diikuti oleh 20 warga binaan dengan pendampingan dari pejabat struktural dan staf bidang kegiatan kerja.
Dalam pelatihan ini, instruktur dari Grisella Pudding memberikan bimbingan secara langsung kepada peserta, mulai dari proses pencampuran bahan, teknik menuang adonan ke dalam cetakan, hingga tahap akhir berupa garnishing atau dekorasi pudding agar tampil menarik dan memiliki nilai jual.
Pelatihan berlangsung dengan penuh antusiasme. Warga binaan terlihat aktif dan serius mengikuti seluruh materi yang diberikan, mulai dari teknik dasar pembuatan hingga proses pengemasan produk untuk kebutuhan pemasaran.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan semacam ini merupakan bagian dari program pembinaan yang bertujuan mendorong perubahan positif dan meningkatkan kemandirian warga binaan.
“Pelatihan ini bukan hanya mengajarkan cara membuat pudding, tetapi juga membangun kreativitas, kedisiplinan, dan semangat berwirausaha bagi warga binaan. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal hidup setelah kembali ke masyarakat,” ujar Ahmad Tohari.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan pihak ketiga merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha serta memiliki prospek pasar yang menjanjikan.
Dari hasil kegiatan tersebut, para peserta telah memahami seluruh tahapan pembuatan pudding hias, mulai dari proses mixing, pencetakan, packing, hingga teknik garnishing sebagai penyelesaian akhir produk.
Pada akhir kegiatan, Ahmad Tohari berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan setelah bebas nanti.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat dimanfaatkan secara nyata oleh warga binaan ketika kembali ke masyarakat, sehingga mereka mampu mandiri, produktif, dan memiliki kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
