
SEMARANG, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang terus memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan (WB) melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelatihan bakery berupa pembuatan kue kering jahe yang dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang.
Kegiatan ini diikuti oleh Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja dan merupakan bagian dari implementasi Aksi Perubahan Elpane Mandiri – Kolaborasi Pembinaan Kemandirian Warga Binaan untuk Meningkatkan PNBP di Lapas Kelas I Semarang.
Melalui pelatihan tersebut, Warga Binaan mendapatkan pengalaman praktik secara langsung, mulai dari pengenalan bahan, proses pengolahan adonan, pencetakan, pemanggangan, hingga tahap pengemasan produk. Selain keterampilan teknis, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai standar kualitas produk, kebersihan dalam proses produksi, kreativitas, serta peluang pengembangan usaha.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri, sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih produktif serta memiliki kompetensi yang dapat dikembangkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Di sisi lain, kolaborasi tersebut turut memperkuat jejaring pembinaan melalui transfer pengetahuan dari dunia usaha sekaligus membuka peluang pengembangan dan diversifikasi produk hasil kegiatan kerja. Dalam jangka panjang, pengembangan produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas serta kontribusi kegiatan kerja terhadap PNBP sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Wahyu Budi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata penerapan kepemimpinan kolaboratif melalui sinergi antara Lapas, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM dalam membangun ekosistem pembinaan kemandirian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Elpane Mandiri hadir dengan semangat membangun kolaborasi, meningkatkan kompetensi, mengembangkan produk, dan menciptakan nilai tambah bagi Warga Binaan maupun organisasi. Program ini mengusung tagline “Kolaborasi untuk Kemandirian, Produktivitas untuk Masa Depan.”
