Share

Erick Estrada Tinjau Persiapan Film Pendek Pemasyarakatan di Lapas Semarang

by Humas Lapas Semarang · September 16, 2026

SEMARANG, INFO_PAS – Upaya mengenalkan tugas, fungsi, dan peran Pemasyarakatan kepada masyarakat terus dikembangkan melalui berbagai cara yang kreatif dan komunikatif. Salah satunya melalui rencana produksi short film bertema Pemasyarakatan yang melibatkan aktor sekaligus komedian Erick Estrada, Kamis (10/09).

Rencana produksi film tersebut turut mendapat dukungan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang. Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menerima kunjungan Erick Estrada dalam rangka melihat secara langsung kesiapan lokasi dan persiapan produksi short film yang akan mengangkat kisah pembinaan serta perubahan seorang warga binaan kasus terorisme.

Film ini akan membawa pesan mengenai kesempatan bagi warga binaan untuk berubah, memperbaiki diri, dan kembali berperan sebagai bagian dari masyarakat serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Cerita yang diangkat menggambarkan perjalanan seorang warga binaan yang sebelumnya terlibat dalam peracikan bom, kemudian menjalani proses pembinaan hingga mampu menemukan kembali potensi dirinya melalui keterampilan memasak dan kegiatan berwirausaha.

Menariknya, cerita tersebut dikemas dengan permainan kata yang ringan. Jika sebelumnya tokoh tersebut dikenal sebagai peracik bom, melalui proses pembinaan ia justru berubah menjadi “peracik BOM” atau Bakso Or Mie Ayam. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menyampaikan pesan Pemasyarakatan dengan cara yang lebih humanis dan mudah diterima, tanpa mengurangi substansi mengenai pembinaan, perubahan perilaku, dan reintegrasi sosial.

“Kami sangat mendukung rencana pembuatan film ini karena menjadi salah satu cara kreatif untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Pemasyarakatan adalah proses panjang untuk membentuk seseorang menjadi lebih baik. Di dalamnya ada pembinaan, pendampingan, pengembangan keterampilan, hingga persiapan untuk kembali ke tengah masyarakat,” ujar Ahmad Tohari.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya Lapas Kelas I Semarang untuk menghadirkan gambaran mengenai proses Pemasyarakatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Keterlibatan Erick Estrada diharapkan dapat membantu mengemas pesan tersebut secara ringan, menarik, sekaligus relevan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Selain menjadi bagian dari cerita, keterampilan memasak dan kemampuan berwirausaha yang dimiliki tokoh dalam film juga menggambarkan pentingnya program pembinaan kemandirian. Potensi yang dikembangkan selama menjalani masa pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Melalui kisah tersebut, film ini juga ingin menunjukkan bahwa proses pembinaan memberikan ruang bagi setiap warga binaan untuk melakukan perubahan. Dari pengalaman masa lalu yang kelam, warga binaan diarahkan untuk mengenali potensi diri, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

“Harapan kami, film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pemahaman bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Kami ingin masyarakat melihat bahwa proses pembinaan yang dilakukan di Pemasyarakatan bertujuan mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan keterampilan, sikap, dan kehidupan yang lebih baik,” pungkas Ahmad Tohari.

You may also like