Share

Lulus Smart Pesantren WBP Narkotika Resmi Bebas Cuti Bersyarat

by Humas Lapas Semarang · August 30, 2026

SEMARANG, INFO_PAS – Kebahagiaan terlihat dari wajah Bayu Mulya Permadi, warga binaan kasus penyalahgunaan narkotika yang akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah mendapatkan program Cuti Bersyarat (CB) dan menyelesaikan masa pidananya.

Kebebasan tersebut menjadi awal baru bagi Bayu Mulya. Selama menjalani masa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang, ia tidak hanya menjalani proses pembinaan, tetapi juga berhasil menyelesaikan Program Pembinaan Keagamaan Smart Pesantren tingkat Marhalah Wustha (Kelas Menengah).

Berdasarkan hasil penilaian melalui Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN), Bayu Mulya memperoleh predikat Kategori Baik dengan nilai 7,5 dari 10. Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan dirinya selama mengikuti program pembinaan.

Selain pembinaan keagamaan, Bayu Mulya juga aktif mengikuti program pembinaan kemandirian. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan di greenhouse serta area peternakan lele sebagai bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Dengan penuh rasa syukur, Bayu Mulya menceritakan perubahan yang ia rasakan selama menjalani pembinaan di Lapas.

“Selama di sini, saya telah mengikuti program Smart Pesantren dari Bapak Kalapas tingkat kelas menengah, dan saya juga mengikuti pembinaan program kemandirian di greenhouse dan peternakan lele,” tutur Bayu Mulya.

Bagi Bayu Mulya, pembinaan keagamaan juga menjadi pengalaman penting dalam perjalanan hidupnya. Ia mengaku sebelumnya belum mampu membaca Al-Qur’an, namun selama mengikuti program pembinaan secara bertahap dirinya mulai belajar dan mengalami perkembangan.

“Terima kasih Bapak Kalapas atas program yang telah diberikan. Sebelumnya saya belum bisa membaca Al-Qur’an, dan sekarang saya sudah bisa membaca Iqra 6. Saya juga sudah melakukan praktik salat lima waktu. Setelah di rumah, rencananya saya mau bekerja dan mengikuti kegiatan-kegiatan positif. Saya akan tetap lanjut mengaji, menjadi lebih baik, dan tetap menjalankan pembinaan yang sudah ada di sini,” ungkap Bayu Mulya.

Mendengar tekad tersebut, Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, berharap Bayu Mulya dapat mempertahankan berbagai nilai dan keterampilan yang telah diperolehnya selama berada di Lapas.

“Saya berharap Saudara Bayu Mulya bisa konsisten menjaga nilai-nilai keagamaan dan keterampilan yang sudah didapat di sini. Jangan sampai terjerumus kembali pada kesalahan yang sama. Ke depannya, kami di Lapas juga akan terus memperkuat program Smart Pesantren dan pembinaan kemandirian ini agar makin banyak warga binaan yang siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi baru yang bermanfaat,” ungkap Ahmad Tohari.

Kisah Bayu Mulya menjadi gambaran bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pidana, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat dengan bekal keagamaan serta keterampilan yang telah diperoleh selama menjalani pembinaan.

You may also like