
SEMARANG, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang terus berupaya memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu langkah yang dilakukan diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Yayasan Keluarga Kerajaan Sorga untuk mendukung pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Kristiani. Kegiatan tersebut berlangsung di Gereja Oikumene Lapas Kelas I Semarang, Sabtu (08/08).
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, bersama Pimpinan Yayasan Keluarga Kerajaan Sorga, Pendeta Christiana Hafsari. Kegiatan tersebut turut disaksikan jajaran pejabat struktural Lapas, termasuk Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan beserta staf.
Ahmad Tohari menyampaikan bahwa pembinaan kepribadian merupakan salah satu bagian penting dalam sistem pemasyarakatan. Ia menilai pembinaan kerohanian memiliki peran strategis dalam membantu warga binaan membangun kesadaran diri, memperbaiki perilaku, sekaligus menumbuhkan optimisme untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Kami meyakini bahwa perubahan yang sesungguhnya berawal dari hati. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan warga binaan Kristiani memperoleh pembinaan rohani secara berkesinambungan sehingga memiliki bekal moral, spiritual, dan karakter yang kuat ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat,” ujar Ahmad Tohari.
Senada, Pendeta Christiana Hafsari mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Lapas Kelas I Semarang kepada Yayasan Keluarga Kerajaan Sorga untuk turut mengambil bagian dalam pelaksanaan pembinaan bagi warga binaan.
“Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari proses pembinaan ini. Kami berkomitmen memberikan pendampingan rohani secara konsisten agar warga binaan memiliki harapan baru, mengalami perubahan hidup yang positif, dan semakin siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Setelah prosesi penandatanganan PKS, kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial berupa pembagian bingkisan perlengkapan mandi kepada warga binaan Kristiani yang mengikuti kegiatan. Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian dan kasih kepada sesama sekaligus melengkapi rangkaian kegiatan pembinaan kerohanian.
Ahmad Tohari berharap kerja sama tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun sinergi yang semakin kuat antara Lapas dengan berbagai lembaga keagamaan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan pembinaan secara berkelanjutan dan membantu warga binaan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
