
SEMARANG, INFO_PAS – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang, terdapat sebuah layanan barbershop yang setiap hari ramai digunakan. Dikenal dengan nama L’Pane Barbershop, fasilitas ini menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengasah dan mengembangkan keterampilan di bidang jasa pangkas rambut, Senin (08/06).
L’Pane Barbershop mulai beroperasi pada tahun 2023 dan dikelola oleh Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Semarang. Seluruh sarana dan peralatan yang digunakan disediakan oleh pihak Lapas sebagai bagian dari dukungan terhadap program pembinaan kemandirian warga binaan.
Saat ini, terdapat tiga warga binaan yang menjalankan tugas sebagai barber setelah melalui proses asesmen dan seleksi yang ketat. Mereka harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain telah menjalani masa pidana minimal tiga hingga enam bulan, memiliki catatan perilaku yang baik, serta dinilai tidak berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban selama mengikuti program pembinaan.

Menariknya, sebagian besar warga binaan yang terlibat dalam program ini telah memiliki pengalaman sebagai tukang cukur sebelum menjalani masa pidana. Kemampuan tersebut kemudian terus diasah dan dikembangkan melalui pembinaan yang difasilitasi oleh Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Semarang.
Selain memperoleh pengalaman kerja yang bermanfaat, warga binaan yang bertugas di L’Pane Barbershop juga menerima premi berdasarkan tingkat produktivitas masing-masing sebagai bentuk apresiasi atas kinerja mereka selama mengikuti program pembinaan.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menyampaikan bahwa L’Pane Barbershop merupakan salah satu wujud nyata pembinaan kemandirian yang dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha.
“Program pembinaan kemandirian seperti L’Pane Barbershop kami hadirkan untuk memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah bebas nanti. Kami ingin mereka memiliki kompetensi kerja, mental kewirausahaan, dan kepercayaan diri untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat,” ujar Ahmad Tohari.

L’Pane Barbershop menyediakan layanan potong rambut bagi warga binaan maupun petugas dengan tarif yang terjangkau, yaitu Rp20.000 per orang. Selain layanan potong rambut standar, tersedia pula berbagai pilihan model rambut yang mengikuti perkembangan tren saat ini.
Barbershop ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB dan sering kali dipadati pelanggan, khususnya pada jam-jam pagi. Salah satu hal menarik dari operasional L’Pane Barbershop adalah penerapan standar kebersihan yang ketat. Setiap pelanggan menggunakan pisau cukur baru yang langsung diganti setelah pemakaian guna meminimalkan risiko penularan penyakit serta menjaga kualitas layanan.
Salah seorang warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian di L’Pane Barbershop, FA, mengaku merasa bersyukur dan bangga karena hasil pekerjaannya mendapatkan apresiasi dari warga binaan maupun petugas yang menggunakan jasa potong rambut di tempat tersebut.
“Saya merasa lebih percaya diri karena masih bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Semoga setelah bebas nanti saya bisa membuka usaha barbershop sendiri dan memulai kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.
