
SEMARANG, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang melaksanakan kegiatan razia kamar hunian serta tes urine secara serentak bagi pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan, Rabu (30/03). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Direktur Pengamanan dan Intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait pedoman pelaksanaan program Pemasyarakatan Bersih.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, serta diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan staf. Selain itu, kegiatan juga melibatkan aparat penegak hukum dari Koramil dan Polsek Ngaliyan, serta turut dihadiri perwakilan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan tes urine terhadap 117 pegawai Lapas Kelas I Semarang pada pukul 08.30 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh pegawai dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba.


Selanjutnya, pada pukul 15.30 WIB dilaksanakan penggeledahan kamar hunian di Blok C, D, dan E dengan jumlah total 32 kamar. Dari hasil razia tersebut, petugas menemukan sejumlah barang terlarang, antara lain satu unit alat komunikasi, satu buah charger, satu kabel, serta satu senjata tajam rakitan.
Bersamaan dengan pelaksanaan razia, Lapas Kelas I Semarang juga menggelar tes urine terhadap 822 warga binaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh warga binaan yang diperiksa dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam menjaga integritas serta memastikan lingkungan Lapas tetap bersih dari narkoba dan barang terlarang.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami dalam menciptakan Lapas yang bersih dari narkoba dan barang terlarang. Tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi seluruh pegawai sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas institusi,” ujar Ahmad Tohari.

Ia menambahkan bahwa sinergi dengan aparat penegak hukum serta dukungan dari Kantor Wilayah menjadi faktor penting dalam memperkuat pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan serta melakukan langkah-langkah preventif secara berkelanjutan. Harapannya, Lapas Kelas I Semarang dapat senantiasa menjadi lingkungan yang aman, tertib, dan benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.
